Dapatkan informasi Lowongan Kerja Terbaru kelanjutan Kaltim JMF 2011 di Job Listing Board atau Unduh melalui blog ini.

Rabu, 30 Maret 2011

Magang Kerja di Jepang, Wirausaha di Kampung



Dari 25.584 orang peserta yang telah mengikuti program magang di Jepang selama 3 tahun, sebanyak 70 persen ( 17.909 orang ) telah berhasil menjadi wirausaha mandiri di daerah asalnya masing-masing. Sisanya bekerja di berbagai perusahaan nasional dan multinasional, terutama perusahaan-perusahaan asal Jepang yang beroperasi di Indonesia.

“ Program ini mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), menambah wawasan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan kerja sehingga mudah diserap pasar kerja, “ kata Menakertrans Muhaimin Iskandar, usai menerima kepulangan 104 peserta magang dari Jepang di Chivest Bekasi.

Direktur Bina Pemagangan Kemenakertrans, Bagus Marijanto yang mewakili Menakertrans di Bekasi, mengatakan program pemagangan menjadi salah satu solusi alternatif dalam mengatasi masalah pengangguran. Program pemagangan pun menjadi titik awal untuk membuka lapangan kerja baru melalui wirausaha mandiri.

“Eks peserta magang yang baru pulang dari Jepang memang langsung diminati perusahaan-perusahaan Jepang yang bergerak di bidang industry ,terutama industri, otomotif, tekstil, listrik, manufaktur, mesin dan bangunan,” ujarnya.

Namun sebagian besar, tambah Muhaimin, eks magang Jepang itu ternyata lebih memilih untuk membuka usaha sendiri secara mandiri atau berwirausaha, sesuai dengan bakat, kemampuan dan ilmu yang dipelajari selama magang di Jepang.
 
“Dengan wirausaha mandiri, para eks magang ini secara tidak langsung membantu pemerintah, dengan cara membuka lapangan kerja baru dan memperluas kesempatan kerja dengan menampung masyarakat di sekitarnya untuk bekerja, kata Muhaimin.
 
Selanjutnya, bagi masyarakat yang berkeinginan untuk mengikuti Program Pemagangan ke Jepang ini, dapat mengunduh informasinya di sini.
Sedangkan untuk prosedur rekruitmen dan seleksinya, dapat mengunduh di sini

Selasa, 29 Maret 2011

Usaha Dengan Modal Dengkul ?

Untuk memulai usaha, tidak melulu selalu berawal dari modal uang. Karena segala sesuatunya sebenarnya berasal dari ide-ide dan impian yang tiap orang miliki.

Tapi sebrilian apa pun ide itu tidak akan ada artinya jika kreativitas yang ada tidak dikembangkan. Untuk itu, diperlukan pentingnya keberanian mengambil risiko dalam berbisnis.

“Jika ada modal usaha yang lebih penting dari uang, berapa pun besarnya, modal itu adalah ide-ide cemerlang dan impian yang menggairahkan pemiliknya. Kebanyakan wirausaha terkemuka memulai usahanya dengan modal dengkul,” jelas Andrias Harefa dalam bukunya, Berwirausaha dari Nol, terbitan Daras Book.

Sebagian besar orang sukses di dunia mengawali kesuksesannya dengan ide-ide yang tidak lumrah, kreatif dalam mengimplementeasikan idenya, serta berani untuk merealisasikanya kreasinya tersebut.

Tapi, apakah tiga hal itu cukup. Ternyata belum, wirausahawan harus jeli melihat masalah sebagai peluang. Masalah-maslah yang muncul dalam kehidupan justru memunculkan peluang.

Pasalnya, masalah yang dihadapi banyak orang memerlukan solusi, alternatif pemecahan, jalan keluar. Dan itu dapat memberikan nilai ekonomis bagi mereka yang mampu menawarkannya sesuai kebutuhan yang ada.

Akan tetapi, tidak semua peluang baru yang muncul itu memberikan peluang usaha yang bertahan lama. Di mana saluran pemasaran tidak terjamin ke depannya karena masalah yang dihadapi orang banyak itu berangsur memulih.

Ada satu hal yang membuat wirausahawan nyaman dalam menjalankan usahanya, yakni memilih usaha sesuai dengan hobi dan minat. Dengan berusaha berdasarkan hobi ini, orang umumnya berpendapat kekayaan dan popularitas hanyalah konsekuensi, bukan tujuan utama.

Sikap menjajal hal-hal baru juga perlu dilakukan. Dengan ini, maka kemungkinan untuk melebarkan sayar usaha terbuka lebar. Karena potensi dari hal yang belum tergarap dapat terpetakan.

Selanjutnya, jangan pernah menyerah jika apa yang dihasilkan tak sesuai harapan. Kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda, tetap komit atas apa yang dilakukan dengan inovasi yang dilakukan bakal membalik kegagalan menjadi kesuksesan.

Berusaha Tanpa Modal (Besar)

Problem yang sering terpikirkan dalam merintis suatu usaha (apapun) adalah modal. Benar, tetapi bukan berarti ini masalah utama satu-satunya. Karena ada juga orang punya modal tapi ndak tahu mau berbuat apa dengan modal itu. Di sini yang baik untuk digali dan dikembangkan adalah kreatifitas, ide, gagasan, wawasan. Bila modal menjadi kendala, maka alternatif pilihan lain adalah mengandalkan ketrampilan/pengetahuan/sarana-prasarana yang ada.

Sekedar sebagai alternatif :
(1) kalau punya skill/ketrampilan di dunia per-komputer-an, buatlah kartu nama yang cukup apik (mungkin perlu dana sekitar 50-100 rb), tawarkan jasa pelatihan, instalasi, perbaikan, dll. lewat kartu nama tersebut. Titipkan ke rental2 komputer, warnet, warung2 fotocopy, taruh di mushola, masjid, dsb.

(2) kalau di depan rumah ada sungai dengan air mengalir cukup deras, buatlah kolam/empang di bawah teras/di depan rumah. pada kolam, buat pintu air keluar masuk agar air sungai bisa mampir "me-refresh" air kolam setiap saat. taruh beberapa bibit ikan air tawar yg cepat berkembang: ikan mas, mujahir, nila, dsb.

(3) kalau ada kenalan/teman punya counter service computer atau HP minta ijin untuk magang tanpa harus bayar dulu. selama magang, serap ilmu/ketrampilan jasa perbaikan HP/komputer tsb, baru bila sudah bisa terjun praktek langsung menangani customer, mulai membayar cicilan biaya ganti selama "kursus non formal" di tempat tsb. :) metode ini tentu memerlukan saling kepercayaan dan kebaikan hati.

(4) terapkan cara no 3 di atas untuk tempat bengkel motor, service alat2 elektronik, service arloji, home industri kerajinan tangan, dll. sesuaikan saja kondisinya.

(5) kalau "prestasi" di sekolah dulu cukup OK, buat kartu nama (perlu modal 25-100 ribu), bikin usaha les privat untuk anak2 usia sekolah. bikin promosi via koran lokal juga bagus (biaya sekitar 40 - 80 ribu).

(6) kalau punya tanah kebun cukup luas/banyak, cari kantong2 plastik, untuk tempat pembibitan tanaman bunga atau buah-buahan. mulai belajar mengelola tanaman (pembibitan, pemeliharaan, pengembangan). berikutnya coba pasarkan ke kampung, kampung sebelah, dst.

(7) cari beberapa tempat rental VCD/DVD terdekat, bilang mau membantu memasarkan via delivery/diantar ke tempat pelanggan. modalnya: sepeda/sepeda motor. buat list lengkap (yang senantiasa diperbaharui) untuk koleksi VCD/DVD nya, sebar dan berikan copyan-nya kepada pelanggan, jangan lupa sisipkan nomor kontak yang mudah dihubungi (HP/telp/pager). Keuntungan diambil dengan menambah selisih biaya asli dari rental bersangkutan.

(8) bikin masakan dengan resep spesial/unik yang belum banyak saingan, misal: Es Doger Bedugul, Es Teler 888, Kopi Nyes Jogja, Nanas Goreng Tugu Muda, Rujak Spesial Cihampelas, Nasi Kucing Stasiun Balapan, dll. coba mulai membuka kedai mini di depan rumah. modal belanja bahan, dibutuhkan sekitar 100 - 300 ribu untuk sehari. bikin spanduk promosi yang unik/kreatif, perlu biaya 75-150 ribu.

(9) Usaha (Cuci dan) Penyetrikaan Pakaian. modal kecil, cukup beberapa setrika elektrik dengan kondisi OK. bagus dicoba untuk kawasan perumahan, pemukiman padat, tempat kost/kontrakan karyawan. usulan untuk customer, pakaian (yg habis dijemur) diambil, hasil setrikaan diantar ke tempat customer.

Gimana .... tertarik? mau coba? silahkan saja

Senin, 28 Maret 2011

Menjadi Sarjana yang Sukses Berwirausaha


Bagi mahasiswa yang ingin hidup mandiri dan mendapatkan penghasilan diperlukan usaha untuk mendapatkannya yang paling banyak adalah dengan bekerja sambil kuliah, dan yang dibahas disini adalah belajar untuk berwirausaha untuk menggapai masa depan yang cerah.

10 kiat dibawah ini bisa dijadikan contoh :
  1. Pelajari latar belakang teman satu angkatan. Bapak dan ibunya kerja sebagai apa misalnya. Apakah ada yang menjadi dokter, mengelola klinik, rumah sakit atau apotik? Atau mungkin ada yang punya toko buku atau pengelola perpustakaan? Oh mungkin ada yang bekerja di bengkel? Pelajari semua dan cari informasi sebanyak mungkin? Lha untuk apa? Hush diam dulu, ikuti kiat kedua ;)
  2. Ok sekarang pilih, cari teman yang bisa diajak kompromi, yang cukup dekat atau bahkan sahabat, dan punya semangat sama untuk terjun bebas memulai berbisnis. Anggap kita pilih yang kebetulan bapaknya punya atau mengelola apotik. Lho terus mau digimanain tuh?
  3. Cari buku di toko buku, ada nggak buku tentang belajar bahasa pemrograman yang menggunakan contoh membangun aplikasi atau sistem informasi manajemen (SIM) untuk apotik? Cari buku sampai yang terselip di rak-rak toko buku. Kadang ada buku yang meskipun desain covernya jelek, tapi studi kasusnya lengkap, bahkan source codenya dibagi. Nggak dapat juga? Ok ayo cari yang open source saja, coba cek dari sf.net, saya yakin bisa ditemukan. Lha kalau belum nemu juga? Coba Googling deh :)
  4. Sekarang mulai oprek SIM untuk apotik tadi. Mulai pelajari kodenya, oprek dan tambahkan fungsi-fungsi yang diperlukan. Masih sederhana dulu nggak papa. Buka semua file image, baik gif, jpg, dan png. Lakukan editing atau buat image baru yang unik dan khas. Intinya percantik desainnya, ini enteng kan, apalagi anda jagoan manipulasi image dan foto (asal jangan porno) :) Jangan lupa cek lisensinya supaya tidak melanggat, dan juga beri credit ke pengembang asal kalau itu opensource. Nggak perlu risih untuk memasukkan satu kalimat “Powered by …. ” atau “Engine by …” pada SIM Apotik yang kita oprek tadi.
  5. Eng-ing-eng … kita sudah punya produk berupa software yang siap ditawarkan nih, meskipun sederhana dan engine-nya ngambil dari contoh di buku atau opensource. Nah obrolkan dengan teman yang kita pilih tadi, minta dia “merayu” bapaknya supaya mau pakai software SIM itu di apotik milik beliau. Nggak perlu bayar kok, gratis, tinggal nyediakan PC atau laptopnya saja, itupun nggak perlu canggih-canggih. Komputer tua saja toh SIM kita juga belum banyak fiturnya.
  6. Hore berhasil diimplementasikan! Berdua dengan sahabat kita tadi, bantu pegawai apotik untuk entri data yaitu data daftar obat yang disediakan oleh apotik. Jangan lupa buat spanduk kecil dan brosur diatas komputer tadi, beri tulisan:”Apotik ini Dikelola dengan Sistem Informasi Manajemen Apotik (SIMAPO) ver 1.0” ;)
  7. Jangan puas sampai disitu, buat situs untuk promosi, kalau nggak ada modal pakai saja blog gratisan dengan Wordpress.Com atau Blogspot.Com. Ngeblog deh, ceritakan bagaimana SIMAPO itu dikembangkan. Tulis juga pengantar tentang sistem informasi manajemen, tentang obat-obatan, tentang apotik, tentang kenapa apotik harus memanfaatkan IT. Kalau perlu manjakan pengunjung dengan daftar apotik seluruh Indonesia, data dari mana? Ya cari dari YellowPage atau Googling yo :) Ops jadi kelupaan, jangan lupa beri tulisan yang agak gede: “SIMAPO ver 1.0 Telah diimplementasikan di Salah Satu Apotik di Kota Besar di Indonesia“.
  8. Masih belum boleh puas :) Rayu teman lain yang punya tetangga, kakek, nenek, bapak, ibu, paman atau saudaranya baik jauh maupun dekat yang mengelola apotik. Minta supaya mau install, gratis, tapi kalau mau bayar juga nggak nolak, Rp 500.000 deh, kalau ditawar Rp 50.000 ya nggak masalah. Anggap saja ada ongkos naik angkot untuk install SIM-nya :) . Jangan lupa update spanduk dan brosur, “Apotik Ini Dikelola dengan SIMAPO ver 1.0, Sistem Informasi Manajemen untuk Apotik yang telah Diimplementasikan di Beberapa Kota Besar di Indonesia“.
  9. Alhamdulillah sudah dapat dua customer coi! Meskipun masih gratisan, tapi lumayan untuk nambahi Portfolio :) Mulai oprek-oprek lagi aplikasi Apotik kita, tambahkan fitur berdasarkan feedback dari Apotik yang sudah menggunakan. Benahi lagi user interface, percantik lagi, buat yang lebih segar dan unik, beri versi baru 1.1. Mulai tawarkan lagi, hanya jangan lagi gratis, Rp 300.000 atau Rp 700.000 gitu deh, tapi kalau teman sendiri yang minta asal ada ongkos jalan juga OK :) Mudah-mudahan bisa terus berkembang, atau dalam 1-2 tahun jangan-jangan sudah mulai bisa ikutan tender Departemen Kesehatan dengan pagu Rp 100 juta tuh untuk SIM Apotik … hehehe
  10. Kalau sudah matang dengan satu produk, terus perbaiki produk itu sampai lengkap fiturnya. Dan kalau tertarik untuk mengembangkan produk lain, mulai lagi dari tahap pertama, cari teman lagi yang bapaknya punya bengkel, pengelola perpustakaan, punya toko buku, dsb. Lha siapa tahu bisa bikinkan aplikasi untuk bengkel, perpustakaan atau toko buku. :)

Nggak terasa, setelah melewati tahapan ke 10, mahasiswa yang baru memulai berwirausaha telah menjelma menjadi orang entrepreneur :) Di saat teman-teman yang lain masih pontang-panting membawa surat lamaran pekerjaan, mahasiswa ini ketika lulus sudah bisa mandiri, punya produk yang mapan, yang siap dijual dan ditawarkan ke berbagai institusi atau perusahaan. Ternyata masuk universitas tidak sia-sia lho, ilmu yang dipelajari di kampus alhamdulilah bisa digunakan untuk kehidupan kita, bahkan bisa membuka lapangan kerja baru :)

Berwirausaha ? Kenapa Tidak....

Menjadi seorang yang mempunyai kemampuan finansial lebih tentu menjadi keinginan banyak orang. Berbagai usaha ditempuh, mulai dari ngelamar kerja kesana kemari sampai wirausaha sendiri. Namun kegagalan acapkali terjadi. Haruskan kita putus asa ? Menyerah begitu saja, cuek, atau jadi tak pede ?
Wirausaha, sebuah bidang yang membutuhkan sebuah kejelian dalam mengantisipsi kondisi pasar. Usaha ini tidak hanya tergantung dari keberuntungan dan modal saja, namun memerlukan perhitungan yang tepat. Untuk menjadi seorang yang berhasil tentu melalui berbagai usaha dan cobaan. Tak ada sebuah usaha yang langsung dimulai dari sebuah keberhasilan dengan sendirinya, dan semua itu harus dijalani dengan sebuah keberanian.
Agama kita mengajak pada umatnya untuk berusaha dalam mencari rizki yang halal sebagaimana firman Alloh ta’ala :
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Alloh dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak merugi.” [TQS. Fathir : 29]

Menurut Lily H. Soetiono, seorang ahli kewirausahaan untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukse diperlukan berbagai faktor pendukung. Selain modal, ada faktor lain yang merupakan syarat dari keberhasilan seorang wirausahawan yaitu mental dan bakat dagang. 
Faktor-faktor lainnya diantaranya :

1. Kreatif dan Inovatif
Kreasi dan inovasi dari seorang wirausahawan pada umumnya lebih tinggi dari orang lain. Hal-hal yang belum terpikirkan oleh orang lain sudah terpikirkan olehnya, dan dia mampu membuat hasil inovasinya itu menjadi sebuah kebutuhan.

2. Percaya diri, tegar dan ulet
Wirausahawan tidaklah mudah putus asa. Masalah akan dihadapinya, bukan malah dihindari. Jika ia salah perhitungan, saat ia sadar akan kesalahannya, ia secara otomatis juga memikirkan cara untuk membayar kesalahan itu atau membuatnya menjadi keuntungan. Ia tidak akan berhenti memikirkan jalan keluar walaupun bagi orang lain jalan keluar sudah buntu. Kegagalan akan dibuatnya menjadi pelajaran dan pengalaman yang mahal. Semangatnya tidak pernah luntur. Kualitas kepribadian semacam ini tidak mungkin tumbuh secara mendadak. Sulit bagi seorang dewasa membentuk kualitas-kualitas ini jika tidak dimulai sejak balita.

3. Bekerja Keras
Saat ia sadar dari bangun tidurnya pikiran sudah bekerja membuat rencana, menyusun strategi atau memecahkan masalah. Kadang dalam tidurnya ia tetap berpikir. Membiarkan waktu berlalu tanpa ada yang dipikirkan atau dikerjakan kadang membuatnya merasa tidak produktif atau merasa kehilangan kesempatan.

4. Pola Pikir Multi Tasking
Kemampuan melakukan beberapa hal sekaligus, layak dimilki oleh wirausahawan. Kemampuan inilah yang membuat piawai dalam menangani berbagai persoalan yang dihadapi. Semakin tinggi kemampuan seorang wirausahawan dalam multi tasking, semakin besar pula kemungkinan untuk mengolah peluang menjadi sumber daya produksi

5. Mampu menahan nafsu untuk cepat menjadi kaya
Wirausahawan yang bijak biasanya hemat dan berhati-hati dalam menggunakan uangnya, terutama jika ia dalam tahap awal usahanya. Setiap pengeluaran untuk keperluan pribadi dipikirkan secara serius, sebab ia sadar bahwa sewaktu-waktu uang yang yang ada aka diperlukan untuk modal usaha atau modal kerja. Keuntungan tidak selalu menetap, kadang ia harus merugi.
Seorang yang memulai usahanya dari skala kecil hingga besar akan mampu menahan nafsu konsumtifnya. Baginya, pengeluaran yang tidak menghasilkan akan dianggap sebagai kemewahan.

6. Berani Mengambil Resiko
Semakin besar resiko yang diambilnya, semakin besar pula kesempatan untuk meraih keuntungan. tentunya resiko-resiko ini sudah diperhitungkan terlebih dahulu. Hanya orang bodoh saja yang melakukan segala sesuatu tanpa perhitungan.
Itulah beberpa hal yang seharusnya dimilki oleh seorang wirausahawan jika ingin meraih kesuksesan. Berusahalah untuk memiki sifat-sifat tersebut jika kita meniatkan untuk menjadi seorang wirausahawan.


Kaltim Job Market Fair 2011


1. Pendahuluan
Job Market Fair ( Pameran Bursa Kerja ) merupakan event yang sangat menguntungkan bagi perusahaan dalam melakukan rekrutmen karyawan baru. melalui kegiatan bursa kerja ini , paling tidak biaya bisa dihemat, sementara pilihan calon kandidat lebih variatif dan langsung dapat diamati. Dengan demikian proses rekrutmen akan lebih effisien.

Prinsip kegiatan Job Market Fair adalah mempertemukan kandidat Pencari Kerja dengan Perusahaan (Pemberi Kerja ) dalam suatu kegiatan rekrutmen calon karyawan.

Dilihat dari aspek kepedulian terhadap lingkungan, bagi perusahaan yang beroperasi di wilayah Kalimantan Timur, keikutsertaan dalam Job Market Fair merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat dengan sasaran masyarakat pencari kerja. Seperti diketahui sampai saat ini jumlah penganggur di Kalitim masih cukup tinggi. Perlu kerjasama semua pihak dalam menekan angka pengangguran tersebut.

Kepedulian dan Kerjasama yang baik antara Perusahaan, Pemerintah dan masyarakat akan menciptakan iklim komunikasi yang kondusif dan menguntungkan semua pihak.

Disamping kegiatan Job Market Fair, untuk menyemarakannya akan digelar pameran produk, workshop kewirausahaan pengusaha Kaltim.


2. Kaltim Job Market Fair 2011 bertujuan sebagai berikut :
  • Memberikan informasi lowongan kerja seluas luasnya kepada masyarakat pencari kerja di wilayah provinsi Kalimantan Timur secara transparan,
  • Memfasilitasi kepentingan perusahaan dalam merekrut tenaga kerja dan kepentingan pencari kerja dalam melamar kerja,
  • Salah satu bentuk implementasi kegiatan CSR perusahaan di Kalimantan Timur,
  • Salah satu cara mengurangi pengangguran usia produktif di kalimantan Timur
3. Adapun Sasaran Kaltim Job Market Fair 2011
  •  Sasaran Perusahaan : industri tambang dan gas ,industri manufaktur dan jasa yang berlokasi di Kalimantan Timur serta UKM dan Koperasi
  • Sasaran Peserta Job Market Fair : para pencari kerja usia produktif di wilayah Kalimantan Tmur.
Mekanisme Kegiatan JMF 2011

  1. Perusahaan mengirimkan spesifikasi lowongan kerja beserta jumlah SDM yang diperlukan dengan format terlampir dan diserahkan kepada panitia paling lambat 10 April 2011.
  2. Technical Meeting diadakan 07 April 2011 diikuti perusahaan peserta atau yang mewakilinya
  3. Pada saat kegiatan Job Market Fair 13 April – 15 April 2011, perusahaan hadir untuk melakukan rekrutmen dan seleksi baik seleksi berkas maupun seleksi lainnya yang akan dilakukan perusahaan.
  4. Perusahaan wajib memberikan laporan tentang jumlah pelamar dan jumlah yang masuk criteria seleksi perusahaan serta jumlah yang akan di follow up.
  5. Setelah seleksi selesai, perusahaan wajib melaporkan kepada team monitoring jumlah tenaga kerja yang berhasil ditempatkan di perusahaan.

II.    Pameran  Produk dan Workshop

NO
TANGGAL
ACARA
Di Aula
Di Lapangan
1.
11 April 2011
·     Workshop Pemagangan Ke Jepang
·     Workshop Kiat Sukses Menjadi Wirausaha
-

-
2.
12 April 2011
·     Workshop Kiat Sukses Bekerja di Tambang
·     Workshop Kiat Sukses Bekerja di Perkebunan
Pameran Produk
3.
13 April 2011
Kegiatan JMF
- Pembukaan JMF
- Pameran Produk
4.
14 April 2011
Kegiatan JMF
Pameran Produk
5.
15 April 2011
Kegiatan JMF
Pameran Produk

 4. Pelaksanaan Kegiatan KALTIM JOB MARKET FAIR 2011
Kegiatan Job Market Fair (Bursa Kerja) 2011 akan dilaksanakan  pada :
     Hari             : Rabu - Jumat
     Tanggal       : 13 April – 15 April 2011
     Jam             : 08.30 – selesai
Tempat       : Gedung Disnakertrans Provinsi Kalimantan Timur
                      Jl. Kemakmuran No 2 Samarinda

5.        Fasilitas Pelaksanaan Kaltim Job Market Fair 2011
  • Meja dan kursi untuk perusahaan
  • Ruang interview bila diperlukan ( konfirmasi )
  • Konsumsi snack dan makan siang untuk perusahaan ( 2 orang )

6.        Fasilitas tenaga Rekruiter
Bagi Perusahaan peserta yang memerlukan bantuan tenaga pelaksana untuk Rektutmen ( Rekruiter ) panitia dapat menyediakan Tenaga tersebut. Lebih lanjut dapat menghubungi : Bambang Sumantri 081347279974

7.        Fasilitas Pameran Produk : ( bagi yang mengikuti pameran )
  • Tenda 4 x 4 m atau 4 x 8 m di lapang parkir
  • 1 buah meja
  • 2 buah kursi 
  • Aliran listrik 
  • Keamanan & kebersihan

8.        Penyerahan Lowongan Kerja :
Bagi perusahaan peserta , informasi lowongan kerja beserta kualifikasinya dapat diserahkan dengan alternatif sebagai berikut :
·         Melalui Fax : (0541) – 735973 up. Ibu Siti Khotijah
·         Email : jmfkaltim2011@gmail.com
·         Email : dkrmantri@yahoo.com
·         Diambil ke perusahaan
Untuk konfirmasi silahkan menghubungi 081347279974 dengan Bambang Sumantri .Penyerahan kualifikasi lowongan kerja paling lambat  10 April 2011.

Bagi peserta yang ingin mendapatkan Formulir Pendaftaran JMF 2011, dapat mengunduh di sini