Dalam proses perekrutan pegawai tiap perusahaan membutuhkan beberapa tahapan untuk melakukan seleksi bagi pelamar pekerjaan yaitu pada umumnya tahapan test tertulis, interview, test kesehatan (kalau ada). Tidak sedikit pula banyak dari calon karyawan yang telah lulus dalam test tertulis akan tetapi gagal dalam tahap interview atau wawancara. Mungkin ada baiknya membaca artikel ini yang diharapkan bisa membantu para calon karyawan dalam menyiasati pertanyaan dari pewawancara. Berikut beberapa daftar pertanyaan yang mungkin adalah sebuah jebakan dalam sebuah proses wawancara:
Tampilkan postingan dengan label Kiat-Kiat Bekerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiat-Kiat Bekerja. Tampilkan semua postingan
Jumat, 29 April 2011
Kamis, 14 April 2011
Teknik Sukses Dalam Interview
Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ? Tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan.
Selasa, 12 April 2011
Motivasi Diri Dalam Bekerja
Ketika kita akan bekerja, pagi-pagi ketika kita akan mulai beraktifas kerja tetapi dengan perasaan tanpa memiliki motivasi atau merasa jenuh atau malas, hal itu merupakan hal yang paling buruk untuk memulai aktifitas di hari itu. Kejadian itu karena memiliki bos yang “cerewet” atau rekan kerja/lingkungan yang kurang menyenangkan atau beban kerja yang terlalu banyak.
Mungkin akan terfikirkan untuk mencari pekerjaan lain, keluar dari pekerjaan itu, tetapi apa hal itu merupakan solusi? apalagi kondisi sekarang krisis ekonomi melanda seluruh dunia, PHK dimana-mana, tentu mencari pekerjaan akan semakin sulit. Nah bagaimana kalau kita dihadapkan hal tersebut, di tulisan ini mungkin bisa sebagai tips motivasi diri dalam bekerja, khususnya bagaimana menghadapi hal-hal yang disebutkan di atas itu.
Sabar dan Berjuang Demi Kesuksesan
Hidup adalah perjuangan. Itu kata orang. Memang benar, dalam hidup akan penuh dengan perjuangan. Terutama bagi mereka yang memiliki cita-cita besar, baik cita-cita pribadi maupun cita-cita dalam dakwah. Bagi mereka yang tidak memiliki cita-cita besar, tidak akan mampu melihat bahwa hidup penuh dengan perjuangan. Yang ada di depan mereka hanyalah bagaimana mencari kesenangan belaka.
Jika Anda merasa bahwa hidup penuh tantangan, halangan, rintangan, dan ujian, artinya hidup Anda memang penuh perjuangan. Anda termasuk orang yang memiliki cita-cita yang tinggi, baik meraih pencapaian yang besar maupun melepaskan diri dari masalah besar yang menghimpit. Satu hal yang diperlukan dalam perjuangan adalah kesabaran.
Apa Itu Kesabaran?
Secara singkat, sabar bisa didefinisikan sebagai ridha, tenang, teguh, dan yakin. Sabar bukan berarti diam dan menyerah. Justru orang yang diam dan menyerah bertolak belakang dengan definisi sabar.
Anda tidak akan pernah mencapai 1.000 langkah jika Anda kehilangan kesabaran di tengah jalan. Perjuangan akan memberikan hasil, dan pasti akan memberikan hasil, jika diiringi dengan kesabaran. Namun, pada kenyataanya, kesabaran sering kali melemah. Saat 100 langkah sudah berlalu, rasa letih mulai menghinggapi diri, maka kesabaran bisa saja berangsur turun. Sampai-sampai, orang yang lemah kesabarannya mengatakan bahwa sabar ada batasnya. Sabar terasa begitu sulit.
Memang benar, sabar itu berat. Bagi kebanyakan orang, sabar itu memang berat, kecuali bagi mereka yang khusyuk.
Kata kuncinya dikata “meyakini”. Meyakini bahwa mereka akan menemui Alloh dan mereka akan kembali kepada-Nya. Keyakinan ini, akan menjadikan merekan memiliki cara pandang bahwa nilai dan harga dunia seluruhnya adalah menjadi kecil. Jika seluruh dunia saja kecil, apalagi masalah yang kita hadapi menjadi lebih kecil lagi.
Hidup memang penuh dengan perjuangan, tetapi selama kita bersabar kita tidak perlu takut karena Alloh AWJ bersama orang-orang yang sabar.
Sabar dalam mencari pekerjaan
Mencari pekerjaan merupakan proses hidup yang harus dilalui oleh orang di seluruh dunia. Setelah lulus dari Sekolah(SD,SMP,SMA) atau Perguruan Tinggi. Semua membutuhkan kesabaran. Di era sekarang ini banyak sekali pengangguran khususnya di tingkat pendidikan D3/S1, sesuai dengan survey dari berbagai lembaga. Oleh karena itu setiap individu harus mempunyai keahlian tertentu (hard skill) di bidangnya(Lulusan SMU/Diploma/Perguruan Tinggi). Selain itu, setiap individu harus punya soft skill yang baik (pekerja keras, ulet, disiplin, tanggung jawab, pantang menyerah, tekun, jujur, fleksibel dalam bergaul). Hal ini penting sekali jika kita menghadapi berbagai watak orang dari latar belakang yang berbeda-beda.
Mencari pekerjaan di era sekarang ini tidak langsung menuju ke perusahaan dengan membawa lamaran. Tetapi via internet melalui kerjasama dengan universitas, website universitas atau lembaga assesment center. Oleh karena itu individu harus aktif mencari informasi dikampusnya,website, atau info dari teman2 atau media cetak.
Tahap proses kerja ada beberapa untuk bisa menjadi seorang karyawan. Biasanya terdiri dari:
1.Tahap Administrasi
2.Psikotes
3.Tes Kemampuan Akademik
4.Wawancara awal (HRD/Psikolog)
5.Wawancara Akhir(User/Direksi/Pimpinan)
6.Kesehatan.
Urutan tes di atas biasanya selalu berubah-ubah sesuai dengan perusahaannya. Namun pada intinya tes diatas mesti ada (namun tidak semua). Bisa 4 atau 5 tahap. Setiap proses memiliki kesulitan dan "keunikan" tersendiri. Yang terpenting persiapkan kesehatan, penamiplan dan belajar. Dan tak kalah pentingnya adalah beribadah dan berdo'a.
Mencari pekerjaan di era sekarang ini tidak langsung menuju ke perusahaan dengan membawa lamaran. Tetapi via internet melalui kerjasama dengan universitas, website universitas atau lembaga assesment center. Oleh karena itu individu harus aktif mencari informasi dikampusnya,website, atau info dari teman2 atau media cetak.
Tahap proses kerja ada beberapa untuk bisa menjadi seorang karyawan. Biasanya terdiri dari:
1.Tahap Administrasi
2.Psikotes
3.Tes Kemampuan Akademik
4.Wawancara awal (HRD/Psikolog)
5.Wawancara Akhir(User/Direksi/Pimpinan)
6.Kesehatan.
Urutan tes di atas biasanya selalu berubah-ubah sesuai dengan perusahaannya. Namun pada intinya tes diatas mesti ada (namun tidak semua). Bisa 4 atau 5 tahap. Setiap proses memiliki kesulitan dan "keunikan" tersendiri. Yang terpenting persiapkan kesehatan, penamiplan dan belajar. Dan tak kalah pentingnya adalah beribadah dan berdo'a.
Jika gagal pada tahap tertentu, analisa kegagalan anda. Jika menemui tes yang sama berikutnya,pasti anda bisa. Kegagalan adalah proses menuju keberhasila. Cari lagi pekerjaan..............dan jangan menyerah. PASRAHKANLAH SEMUA HASIL TES YANG SUDAH ANDA JALANI, KARENA REJEKI SUDAH ADA YANG MENGATUR. TUHAN PASTI MEMBERIKAN "KEINDAHAN' PADA WAKTUNYA.
Langganan:
Postingan (Atom)



