Dapatkan informasi Lowongan Kerja Terbaru kelanjutan Kaltim JMF 2011 di Job Listing Board atau Unduh melalui blog ini.

Rabu, 30 Maret 2011

Magang Kerja di Jepang, Wirausaha di Kampung



Dari 25.584 orang peserta yang telah mengikuti program magang di Jepang selama 3 tahun, sebanyak 70 persen ( 17.909 orang ) telah berhasil menjadi wirausaha mandiri di daerah asalnya masing-masing. Sisanya bekerja di berbagai perusahaan nasional dan multinasional, terutama perusahaan-perusahaan asal Jepang yang beroperasi di Indonesia.

“ Program ini mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), menambah wawasan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan kerja sehingga mudah diserap pasar kerja, “ kata Menakertrans Muhaimin Iskandar, usai menerima kepulangan 104 peserta magang dari Jepang di Chivest Bekasi.

Direktur Bina Pemagangan Kemenakertrans, Bagus Marijanto yang mewakili Menakertrans di Bekasi, mengatakan program pemagangan menjadi salah satu solusi alternatif dalam mengatasi masalah pengangguran. Program pemagangan pun menjadi titik awal untuk membuka lapangan kerja baru melalui wirausaha mandiri.

“Eks peserta magang yang baru pulang dari Jepang memang langsung diminati perusahaan-perusahaan Jepang yang bergerak di bidang industry ,terutama industri, otomotif, tekstil, listrik, manufaktur, mesin dan bangunan,” ujarnya.

Namun sebagian besar, tambah Muhaimin, eks magang Jepang itu ternyata lebih memilih untuk membuka usaha sendiri secara mandiri atau berwirausaha, sesuai dengan bakat, kemampuan dan ilmu yang dipelajari selama magang di Jepang.
 
“Dengan wirausaha mandiri, para eks magang ini secara tidak langsung membantu pemerintah, dengan cara membuka lapangan kerja baru dan memperluas kesempatan kerja dengan menampung masyarakat di sekitarnya untuk bekerja, kata Muhaimin.
 
Selanjutnya, bagi masyarakat yang berkeinginan untuk mengikuti Program Pemagangan ke Jepang ini, dapat mengunduh informasinya di sini.
Sedangkan untuk prosedur rekruitmen dan seleksinya, dapat mengunduh di sini

Selasa, 29 Maret 2011

Usaha Dengan Modal Dengkul ?

Untuk memulai usaha, tidak melulu selalu berawal dari modal uang. Karena segala sesuatunya sebenarnya berasal dari ide-ide dan impian yang tiap orang miliki.

Tapi sebrilian apa pun ide itu tidak akan ada artinya jika kreativitas yang ada tidak dikembangkan. Untuk itu, diperlukan pentingnya keberanian mengambil risiko dalam berbisnis.

“Jika ada modal usaha yang lebih penting dari uang, berapa pun besarnya, modal itu adalah ide-ide cemerlang dan impian yang menggairahkan pemiliknya. Kebanyakan wirausaha terkemuka memulai usahanya dengan modal dengkul,” jelas Andrias Harefa dalam bukunya, Berwirausaha dari Nol, terbitan Daras Book.

Sebagian besar orang sukses di dunia mengawali kesuksesannya dengan ide-ide yang tidak lumrah, kreatif dalam mengimplementeasikan idenya, serta berani untuk merealisasikanya kreasinya tersebut.

Tapi, apakah tiga hal itu cukup. Ternyata belum, wirausahawan harus jeli melihat masalah sebagai peluang. Masalah-maslah yang muncul dalam kehidupan justru memunculkan peluang.

Pasalnya, masalah yang dihadapi banyak orang memerlukan solusi, alternatif pemecahan, jalan keluar. Dan itu dapat memberikan nilai ekonomis bagi mereka yang mampu menawarkannya sesuai kebutuhan yang ada.

Akan tetapi, tidak semua peluang baru yang muncul itu memberikan peluang usaha yang bertahan lama. Di mana saluran pemasaran tidak terjamin ke depannya karena masalah yang dihadapi orang banyak itu berangsur memulih.

Ada satu hal yang membuat wirausahawan nyaman dalam menjalankan usahanya, yakni memilih usaha sesuai dengan hobi dan minat. Dengan berusaha berdasarkan hobi ini, orang umumnya berpendapat kekayaan dan popularitas hanyalah konsekuensi, bukan tujuan utama.

Sikap menjajal hal-hal baru juga perlu dilakukan. Dengan ini, maka kemungkinan untuk melebarkan sayar usaha terbuka lebar. Karena potensi dari hal yang belum tergarap dapat terpetakan.

Selanjutnya, jangan pernah menyerah jika apa yang dihasilkan tak sesuai harapan. Kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda, tetap komit atas apa yang dilakukan dengan inovasi yang dilakukan bakal membalik kegagalan menjadi kesuksesan.

Berusaha Tanpa Modal (Besar)

Problem yang sering terpikirkan dalam merintis suatu usaha (apapun) adalah modal. Benar, tetapi bukan berarti ini masalah utama satu-satunya. Karena ada juga orang punya modal tapi ndak tahu mau berbuat apa dengan modal itu. Di sini yang baik untuk digali dan dikembangkan adalah kreatifitas, ide, gagasan, wawasan. Bila modal menjadi kendala, maka alternatif pilihan lain adalah mengandalkan ketrampilan/pengetahuan/sarana-prasarana yang ada.

Sekedar sebagai alternatif :
(1) kalau punya skill/ketrampilan di dunia per-komputer-an, buatlah kartu nama yang cukup apik (mungkin perlu dana sekitar 50-100 rb), tawarkan jasa pelatihan, instalasi, perbaikan, dll. lewat kartu nama tersebut. Titipkan ke rental2 komputer, warnet, warung2 fotocopy, taruh di mushola, masjid, dsb.

(2) kalau di depan rumah ada sungai dengan air mengalir cukup deras, buatlah kolam/empang di bawah teras/di depan rumah. pada kolam, buat pintu air keluar masuk agar air sungai bisa mampir "me-refresh" air kolam setiap saat. taruh beberapa bibit ikan air tawar yg cepat berkembang: ikan mas, mujahir, nila, dsb.

(3) kalau ada kenalan/teman punya counter service computer atau HP minta ijin untuk magang tanpa harus bayar dulu. selama magang, serap ilmu/ketrampilan jasa perbaikan HP/komputer tsb, baru bila sudah bisa terjun praktek langsung menangani customer, mulai membayar cicilan biaya ganti selama "kursus non formal" di tempat tsb. :) metode ini tentu memerlukan saling kepercayaan dan kebaikan hati.

(4) terapkan cara no 3 di atas untuk tempat bengkel motor, service alat2 elektronik, service arloji, home industri kerajinan tangan, dll. sesuaikan saja kondisinya.

(5) kalau "prestasi" di sekolah dulu cukup OK, buat kartu nama (perlu modal 25-100 ribu), bikin usaha les privat untuk anak2 usia sekolah. bikin promosi via koran lokal juga bagus (biaya sekitar 40 - 80 ribu).

(6) kalau punya tanah kebun cukup luas/banyak, cari kantong2 plastik, untuk tempat pembibitan tanaman bunga atau buah-buahan. mulai belajar mengelola tanaman (pembibitan, pemeliharaan, pengembangan). berikutnya coba pasarkan ke kampung, kampung sebelah, dst.

(7) cari beberapa tempat rental VCD/DVD terdekat, bilang mau membantu memasarkan via delivery/diantar ke tempat pelanggan. modalnya: sepeda/sepeda motor. buat list lengkap (yang senantiasa diperbaharui) untuk koleksi VCD/DVD nya, sebar dan berikan copyan-nya kepada pelanggan, jangan lupa sisipkan nomor kontak yang mudah dihubungi (HP/telp/pager). Keuntungan diambil dengan menambah selisih biaya asli dari rental bersangkutan.

(8) bikin masakan dengan resep spesial/unik yang belum banyak saingan, misal: Es Doger Bedugul, Es Teler 888, Kopi Nyes Jogja, Nanas Goreng Tugu Muda, Rujak Spesial Cihampelas, Nasi Kucing Stasiun Balapan, dll. coba mulai membuka kedai mini di depan rumah. modal belanja bahan, dibutuhkan sekitar 100 - 300 ribu untuk sehari. bikin spanduk promosi yang unik/kreatif, perlu biaya 75-150 ribu.

(9) Usaha (Cuci dan) Penyetrikaan Pakaian. modal kecil, cukup beberapa setrika elektrik dengan kondisi OK. bagus dicoba untuk kawasan perumahan, pemukiman padat, tempat kost/kontrakan karyawan. usulan untuk customer, pakaian (yg habis dijemur) diambil, hasil setrikaan diantar ke tempat customer.

Gimana .... tertarik? mau coba? silahkan saja